Jayatogel

togel singapore - togel hongkong - togel sidney

Fakta Tira Persikabo Pilih Sponsor Situs Judi Online

Terdapat hal menarik di salah satu klub liga 1 Indonesia, Tira Persikabo kedapatan memiliki logo sebuah situs judi online SBOBET. MeskiĀ  tidak secara gamblang menyebutkan berapa nilai sponspr guna menaungi liga tetapi sang sponsor bermaksud untuk membantu klub memiliki dana untuk mengarungi liga.

 

Fakta Tira Persikabo Pilih Sponsor Situs Judi Online

 

SBOTOP mengklaim “memiliki lisensi legal yang dikeluarkan oleh komisi resmi untuk melakukan judi online.” “Namun, karena peraturan terkait judi online bervariasi dari satu negara ke negara lain,” mereka menambahkan, “perjudian online mungkin ilegal di yurisdiksi tertentu.” Hukum Indonesia tegas melarang judi, tapi bukan dalam konteks sponsor klub olahraga. Larangannya tertera dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman penjara mencapai 10 tahun penjara. Pun dengan judi online, yang dilarang lewat UU ITE. Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar, secara yuridis sebenarnya klub sepakbola, tak hanya Tira Persikabo, bisa disponsori pihak mana pun sepanjang ia merupakan korporasi berbadan hukum yang sah.

 

Tira Persikabo mengaku kesulitann untuk mencari sponsor, mengingat klub tersebut terbilang baru di Indonesia. Tidak seperti klub besar seperti Persib,Persija,Arema,Persipura,dan Persebaya. Mereka sudah memiliki konsorsium dan sponsor sendiri, tidak perlu lagi mencari dana.

Satu hal yang pasti PT Liga selaku operator khususnya PSSI belum memiliki aturan yang jelas mengatur sebuah klub sepakbola professional Indonesia menggunakan perusahaan judi online sebagai sponsor resmi. Meski begitu tetap saja klub Indonesia lain seperti PERSIB yang mempunyai logo brand Rokok yang terpampang di Jerseynya. Sebagai perbandingan Industri Sepakbola Indonesia masih kalah dengan Thailand jika dilihat mereka mampu menghasilkan tim nasional yang bisa bicara banyak di tingkat Asia Tenggara.

Akhir Kata apapun yang terjadi Klub Sepakbola tetap harus bisa “menaffkahi” diri mereka sendiri setelah pada 2009 klub tidak lagi disuapi oleh APBD yang dimana itu adalah uang rakyat.